Followers

Thursday, July 26, 2012

maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

bismiLlahirRahmanirRahim...
AlhamduliLlahi Rabbil 'alamin...
Allahumma solli 'ala saiyidina Muhammad
alfatihi lima ughliqo
walkhatimi lima sabaqa
nasiril haqqa bil haq
wal hadi ila siratikal mustaqim
wa 'ala alihi wa sohbihi haqqa qadrihi
wa miqdarihil 'azim...

Pada hari ini...
aku tersenyum gembira...
nikmat Allah padaku terlalu luas...
Allah...
"maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan"

Mengapa aku tidak pandai bersyukur?
terasa berat saja diri ini untuk bangun di malam hari
sedangkan ku tahu waktu itu Kau sangat hampir padaku...
Allah...
di mana aku pada pandanganMu ya Allah...
"maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan"

Aku berasa terpukul...
bagaikan ada sesuatu yang menyambar dari jauh...
Allah...bagaimana ummat Islam di sana?
Myanmar, Syria, Palestin dan lain-lain...
Mereka ditindas,
dituduh menceroboh sedangkan mereka di pihak yang benar...
Namun aku di sini...
Masih lagi mampu tersenyum gembira...
Allah...
"maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan"

Ya Allah...
Sedarkan aku,
sedarkan kami,
sedarkan mereka yang sentiasa
leka...
dengan hiburan yang melalaikan...
alpa...
dengan angan-angan dan cita-cita yang menipu...
lupa...
mengejar nikmat dunia yang sementara...

Andai aku leka dengan dunia,
bagaimana mampu untukku menjawab pertanyaan malaikatMu nanti
ya Allah...
di saat malaikat Mu bertanya;
"Siapakah saudaramu?"

Allah...
jawapan apa yang harus ku berikan jika
di dunia aku tidak menghiraukan mereka yang ditindas,
aku seolah-olah merelakan kezaliman yang dilakukan
oleh mereka yang zalim,
membunuh dengan kejam tanpa rasa belas sedikit pun.

Allah...
Ampunkan aku...
aku tidak mahu alpa lagi ya Allah...
Aku menadah tangan dan berdoa kepadaMu...
untuk mereka di sana...
Sesungguhnya hanya Engkaulah sebaik-baik penolong dan pembantu...


Tuesday, July 17, 2012

Dedikasi buat Ibu...

"dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya), dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua tahun; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibubapamu; dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan)" (Luqman : 14)

"Ibu.. Ibu, engkaulah ratu hatiku. Bila ku berduka, engkau hiburkan selalu.."

Ibu...
Masih ku ingat tika aku hanya pandai berlari anak,
engkau sering memimpin dalam setiap langkahku,
tidak kau lepaskan diriku walau sesaat,
ke mana saja ibu pergi, pasti bersamaku.

Ibu...
Kenangan yang tidak mungkin aku lupakan,
saat tanganmu lembut memberiku suapan,
saat itu terasa indah lagi wahai ibu,
tanganmu yang lembut membelaiku tika aku lemah tak berdaya.

Ibu...
Semakin lama aku mula mengenali erti hidup,
namun dirimu masih setia di sisiku,
menemani setiap langkahku,
menasihatiku tika aku leka dan alpa.

Ada ketikanya aku jatuh rebah,
ada ketika aku berdiri gagah,
namun dirimu masih jua di situ,
tidak berganjak walau sedikit...

Hari berganti hari,
aku semakin dewasa,
sehingga ada ketikanya dirimu sedikit terabai,
namun ibu masih di situ,
setia menantiku...
tiap saat, tiap detik,
doamu untukku tidak pernah lekang daripada bibirmu...

Ibu...
Ku sedar ibulah insan teragung,
yang diciptakan Allah buat menemani diri ini
menempuh liku hidup yang mencabar...
kerana ibu tidak pernah jemu meleyanku...
kerana ibu terlalu baik untukku...
kerana ibulah segala-galanya buat diriku...

Ibu...
Tiadalah kata dapat ku ungkap buat
membalas segala jasamu...
Tiadalah hadiah yang istimewa buat
mengenang setiap keringatmu...
Namun aku akan sentiasa mendoakanmu
tiap saat dan ketika...
Aku berjanji akan menjadi anak yang solehah...
kerana ku yakin inilah hadiah teragung yang mampu ku berikan untukmu
wahai ibu yang ku cinta...

Terima kasih atas segalanya, wahai ibuku yang tercinta...